Kamis, 03 Juli 2014

Pendalaman Alkitab tentang Tabernakel 29 April -6 Juni 2014


XI. Selasa, 29 April 2014
Musa mendapat dua tantangan (Kel 3: 2-14):
-          Dari luar: Musa harus menghadapi Firaun. Kel 4:19à Kita harus yakin bahwa Tuhan menyertai kita. Mempelai Tuhan diberi kemenangan menghadapi orang yang memusuhi.
-          Dari dalam: Apakah Musa diterima oleh orang Israel? à Untuk ditolong Tuhan secara permanen, kita harus menghargai orang yang diutus Tuhan  untuk menyampaikan firman.
AKU: Nama Tuhan. Kita harus menyangkal diri dan tidak mempertahankan keakuan kita (Yes 14: 12-15). Jangan turuti kehendak sendiri, karena kita tidak tahu hari besok (Yak 4: 13-17). Jangan kita sombong. Biarlah Mempelai Perempuan Tuhan menuruti kehendak Kristus sebagai Kepala. Utamakan ibadah! Dalam gereja jangan ada kesombongan, harus ada filadelfia/kasih persaudaraan (Luk 18: 11-12).
Kel 3: 14 à AKU adalah AKU: Ehyeh Asyer Ehyeh: Apabila Allah sendiri yang menyatakan diriNya memakai bentuk Ehyeh (Aku ada), tetapi kalau umat Allah mengatakan tentang Allah, akan memakai kata ganti ketiga yaitu YHWH (Dia ada). Bentuk YHWH berkaitan dengan kemahahadiran Allah baik dulu, sekarang, maupun yang akan datang.
-          HAYAH = Dia telah ada (He was)
-          HOWEH = Dia ada (He is) - present
-          YIHYEH = Dia akan ada (He will be) – future
Allah berkaitan dengan kemahahadiran. Allah yang ada adalah Yesus yang mati dan bangkit (Wahyu 1: 4-5,8, 17-18). Yesus yang mati dan bangkit ialah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir. Yesus menjadi kecil seperti Iota. Yang mengutus Musa/kita ialah Yesus sebagai Kepala, Mempelai Pria Sorga. Pada Nya ada YIHYEH, ada Omega, ada hari esok.

XII. Selasa, 6 Mei 2014
Di Midian, Musa  menggembalakan kambing domba Yitro. Musa ada kemiripan dengan Daud yang juga diambil dari antara kambing domba. Kita harus mau digembalakan (menurut, siap dituntun, tidak berjalan menurut maunya sendiri), sehingga kita dipakai oleh Tuhan. Kalau kita mau digembalakan, hidup kita dijamin oleh Tuhan. Ada pembelaan dan pemeliharaan secara rohani. Allah membenarkan kita dari Iblis yang mendakwa.
Luk 7: 44 àPelayanan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan tidak berkenan di hadapan Tuhan. Simon kurang mengasihi Tuhan. Pelayanan Simon tidak ada tanda filadelfia/ kasih persaudaraan. Perempuan berdosa malah lebih banyak berbuat kasih dan dengar-dengaran kepada firman. Firman adalah kebenaran. Kalau kita menurut firman, firman akan membenarkan dan menguduskan kita. Persembahan yang berbau harum = persembahan yang berkenan kepada Tuhan. Kalau dosa kita diampuni oleh Tuhan, kita bisa mengerjakan pelayanan dan pengorbanan tepat seperti kehendak Tuhan. Pengelihatan Musa di gunung Horeb berupa semak yang menyala tetapi tidak terbakar  berarti kalau Tuhan ada di tengah-tengah kita, oleh kuasa Roh Kudus, firman dibukakan rahasianya, sehingga semuanya jelas. Kalau kita mau sungguh-sungguh, rohani kita dibangkitkan oleh Tuhan, sehingga saat firman diberitakan, hati kita berkobar-kobar. Untuk dipakai oleh Tuhan, kita harus tetap semangat PMA. YHWH à Alfa dan Omega, Kristus Mempelai Pria Sorga (Wahyu 22: 12-13, 16-17). Yakinlah, PMA ada kuasa mencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Kuasa Nya tetap sama (Ibr 13: 5b-6, 8, Yohanes 1:1-3). “ Tiada suatu apapun yang mustahil untukMu!” (Yer 32: 17, 26-27). Kita harus ada tanda ciptaan baru oleh firman yang memperbaharui kita (2 Kor 5: 16-17).
Tanda sunat: tanda ciptaan baru(Gal 6: 15, Kej 17: 10). Kalau kita ada tanda ciptaan baru, maka kita mendapat kuasa yang sanggup mengatasi kemustahilan. Ia yang menjadikan langit dan bumi, Ia juga yang sanggup menolong kita. Pertolonganku dari Tuhan (Mzm 121: 1-2).

XIII. Selasa, 13 Mei 2014
Kalau Tabernakel jadi, maka kemuliaan Allah turun pada Tabernakel (Ruang Mahasuci, pada Tabut Perjanjian). Yesus ialah Alfa dan Omega, Mempelai Pria Sorga. Ia maha hadir. Ia hadir di tengah-tengah kita.Kalau kita datang beribadah karena butuh firman, maka Tuhan hadir untuk melimpahkan firmanNya kepada kita.  Ia hadir untuk menerangkan firmanNya. Di saat kekeringan, ada ladang yang mendapat hujan firman pengajaran. Jangan kita keras hati sehingga kita malah kekeringan di tengah-tengah hujan firman. Kel 4: 1-17 à Musa memberitakan firman disertai dengan mujizat supaya bangsa Israel percaya bahwa Musa diutus Tuhan. Tuhan menanyakan apa yang dipegang oleh Musa. Tuhan mau pakai tangan kita. Tongkat yang dibawa Musa adalah tongkat gembala (Imamat 27: 32).
Ada 4 mujizat yang Tuhan berikan pada Musa (Kel 4:1-17, Mark 16:15-18):
1. Tongkat menjadi ular: mengusir setan dan memegang ular
2. Tangan kena kusta dan menjadi sembuh: tanda kesembuhan
3. Air menjadi darah: minum racun maut tetapi tidak menjadi celaka: melalui tanda kematian     diberi kehidupan
4. Tuhan meletakkan perkataan pada lidah Musa: berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru: lidah mulut bibir menjadi berkat
Tongkat menjadi ular
Ular dalam arti negatif = ajaran palsu
Tugas penggembalaan ada di tangan gembala. Kalau tidak, akan muncul ajaran palsu (ular). Ketika Musa menangkap ekornya, kembali menjadi tongkat. Musa harus memegang penggembalaan supaya jemaat tidak hancur oleh ajaran-ajaran palsu. Yang membantu pelayanan gembala harus satu pengajaran dan satu Roh. Hawa bertemu ular yang suka memutarbalikkan firman (menambah dan mengurangi firman) (Kej 3: 1-5).
Ular dalam arti positif = Cerdik seperti ular à berhikmat
Kel 7: 10-12, Mat 10: 6- Murid-murid Tuhan diutus bagai domba ditengah-tengah serigala yang mengancam penggembalaan. Cerdik seperti ular à berhikmat. Domba-domba harus ada pegangan firman supaya berhikmat. Yang dirusak oleh serigala adalah yang bodoh (mudah dicerai-beraikan). Kita harus mau digembalakan dalam PMA. Orang tua rohani menggembalakan jemaat dalam pengajaran (Yer 3: 15, Kis 20: 28-30). Jangan sombong kalau kita bisa mengusir setan. Kalau seseorang sombong, maka ia akan jatuh (Luk 10: 17-20). Kalau kita mau digembalakan, nama kita terdaftar di Sorga (Yoh 10: 3). Tuhan mau kita seorang demi seorang mengalami pembaharuan (Mazmur 87: 5-6). Ada sukacita Mempelai karena nama kita terdaftar di Sorga (Ibr 12: 22-23).

Jumat, 16 Mei 2014
Mzm 51: 9-15 àYang dipakai oleh Tuhan adalah yang mau dipersiapkan. Kalau kita tidak bisa mengerjakan yang kecil, bagaimana kita bisa mengerjakan hal yang besar? Jangan meremehkan pelayanan, karena Tuhan bisa pakai orang lain. Kel 3:1, Ibr 12: 18-23à Gunung Horeb /Gunung Allah/ Gunung Sinai/Sion/Yerusalem Baruà Mempelai Perempuan Tuhan yang berdandan untuk Suaminya. Penggembalaan Musa mengarah pada pembentukan sidang Mempelai Tuhan.
Ibadah kita harus punya tujuan. Kita digembalakan seperti domba yang terpelihara oleh makanan. Saat kita duduk dengar firman, kita diberi makan sampai kenyang untuk bisa menjalani hidup dengan kuat. Di gunung Horeb, Musa mendapat panggilan Tuhan untuk melayani. Firman diberitakan, ditandai dengan mujizat(Markus 16: 20). Kalau firman diberitakan, Allah turut bekerja bagi siapa yang mau menerima firman (Rm 8:28). Kalau kita dengar-dengaran pada suara panggilan Tuhan, kita terpanggil sesuai dengan rencana Allah dalam PMA. Ia turut bekerja dalam segala sesuatu yang kita kerjakan (Yes 26: 12). Orang yang tidak kebaktian tidak diberkati oleh Tuhan. Ikutilah rencana Tuhan. Rencana manusia jauh dari rencana Tuhan. Relakan dirimu diatur oleh Tuhan. Rancangan Tuhan yang setinggi langit akan sampai ke bumi melalui hujan dan salju/firman (Yes 55: 8-11). Jangan habiskan umur untuk perkara yang sia-sia (menuruti rencana manusia). Terimalah PMA, firman yang turun. Firman Pengajaran mengerjakan semuanya. PMA ada berkat sekarang dan berkat akan datang sampai menjadi Mempelai Perempuan Tuhan. Firman ada tanda keberhasilan. Musa diberi kesempatan menghargai penggembalaan. Sering kita lihat keadaan sekarang tampak gagal, tetapi kalau Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan, maka ada kekuatan (Rm 8:26-27, 22, 2 Kor 4: 7, Yer 33: 6). Berdoa jugalah untuk gerak PMA(Pengajaran Mempelai Alkitabiah).


Jumat, 6 Juni 2014
Kejarlah harta rohani yaitu firman yang dibuka rahasianya. Kita berada pada Yobel yang terakhir (50 tahun terakhir) sehingga kita harus perhatikan PMA (Pengajaran Mempelai Alkitabiah) dan masuk dalam pelayanan pembangunan Tabernakel (Tubuh Kristus). Apa yang harus kita kerjakan ada pada firman Tuhan. Kalau domba-domba tidak dengar-dengaran pada suara gembala, maka pencuri datang untuk menjauhkan domba-domba dari firman. Kalau hati sudah tercuri, tubuhpun sangat mudah tinggalkan penggembalaan. Jangan sampai ada suara-suara asing yang menjauhkan kita dari penggembalaan sehingga tidak satu pengajaran dan satu Roh. Bangsa Israel tidak bisa bangun Tabernakel kalau tidak dikeluarkan dari Mesir. Harus ada Anak Domba Paskah yang disembelih supaya kita lepas dari dosa dan masuk dalam pembangunan Tabernakel, Sidang Mempelai Perempuan Tuhan. Allah sudah bekerja (Kel 2: 23, Kel 3: 6-12). Kel 4: 10-17 àSeringkali kita mau dipakai Tuhan, malah tawar menawar dengan Tuhan karena kita lebih memilih perkara-perkara lain. Jangan tawar menawar dengan Tuhan! Sekali PMA, tetap PMA!
1. Musa bertanya tentang siapa nama Tuhan (Kel 3: 13-14)
2. Tuhan menyampaikan firman (Kel 3: 15-22)
3. Firman disertai mujizat (Kel 4: 1-17)
Nama Tuhan: Aku ada yang Aku ada. Dimana ada firman disitu ada Allah (Yoh 1: 1,14). Dimana ada firman, disitu ada Allah. Firman dapat didengar, dilihat, dan diraba (1Yoh 1: 1-3). Kalau mau Allah ada, kita bisa membaca Alkitab. Bisa mengerti firman merupakan berkat yang besar. Hati yang keras seperti mata yang tertutup. Biarlah kita menaruh firman Nya di dalam hati kita. Kalau mata rohani seseorang tidak terbuka untuk firman, maka ia akan binasa. Kemurahan Tuhan kalau kita tertarik pada firman. Markus 16: 15-16 àDalam firman ada mujizat dan tanda ajaib. Firman Tuhan tidak pernah gagal. Kuasa firman tidak berubah dulu, sekarang, dan selamanya. Tuhan mau kita menjadi kesaksian dan menyaksikan firman. Kis 2: 12-16 à Kepenuhan Roh Kudus à Kelahiran Gereja Tuhan. Darah dan air à Kematian dan kebangkitan Tuhan. Roh Kudus turun supaya Gereja Tuhan hidup. Walau Petrus hanya nelayan, tetapi Tuhan memberikan firman pada lidah Petrus sehingga ia dapat menyampaikan firman yang menerangkan Tuhan Yesus sebagai Kepala, Mempelai Pria Sorga. Kita harus bangkit, jangan mati rohani, karena dosa kita sudah diampuni.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar